2 Alasan Utama yang Membuat SUGESTI Bekerja dan Menjadi Kenyataan

Bagikan Artikel Ini

belajar-logikaAda yang bertanya ke saya, “apakah iya dengan hanya sugesti bisa mempengaruhi orang, bisa mengubah diri, bahkan bisa membuat jadi kaya”. Banyak orang mungkin yang juga memikirkan hal seperti itu, dengan sugesti bisa mengubah kehidupan, anda juga? Saya sedikit heran ketika banyak orang menanyakan seperti itu, apa mungkin karena selama ini sudah terlanjur masuk “sugesti” ke pikiran banyak orang bahwa semua hasil harus terjadi dengan sebuah perjuangan, harus dengan sebuah usaha yang wujud terlihat. Hmm, jadi ingat sebuah pepatah deh, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian”, yang artinya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pepatah ini, menurut saya bahaya lho, kenapa? tanpa disadari masuk ke pikiran anda, kalau mau senang harus sakit dulu.hehe. Benar kan? Padahal kalau kita mau berpikir lagi, yang namanya bersakit-sakit maka itu ngga enak dan bisa-bisa mati. 🙂

Kalimat “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, ini juga sebuah sugesti. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa sugesti adalah sebuah saran, baik itu berupa tulisan,gambar maupun iklan dan nasehat, Semua adalah sugesti. Saat kita mengiyakan tulisan-tulisan, menyetujui nasehat orang, meresapi sebuah gambar maka pesan/saran/sugesti itu bekerja masuk ke pikiran kita dan bekerja seperti layaknya sebuah program dalam komputer. Kalau bentuk persetujuan dalam komputer biasanya dengan menekan ENTER, maka persetujuan dalam diri kita terhadap suatu SUGESTI adalah dengan MENGANGGUK.

Kalau kita mengangguk maka artinya kita mengiyakan sugesti yang mau masuk. Kalau begitu maka sebenarnya sebuah sugesti baru bekerja atas izin kita sendiri, kalau kita tidak mengizinkan alias tidak mengangguk maka otomatis sugesti itu tidak bekerja. Contoh ya, ketika ada seseorang menyuruh anda untuk makan, ketika anda mengangguk maka pasti anda makan. Tetapi kita boleh juga untuk menolak dengan menggelengkan kepada, maka anda tidak akan makan kan.

mengubah-kualitas-hidup

Perintah dari seseorang yang menyuruh anda untuk makan, itu juga sebuah sugesti. Anda berhak kan memilih menuruti sugesti atau tidak. Jadi keputusan menerima sugesti sepenuhnya ada di tangan anda, dan keputusan itu yang membuat sugesti memiliki kekuatan sehingga bekerja di pikiran anda lalu menjadi kenyataan dalam hidup anda. Kalau anda mengangguk dengan sugesti “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” artinya anda setuju bahwa kalau mau senang harus sakit dulu, hehe. Kalau saya memilih bersenang-senang dahulu dan bersenang-senang kemudian.

Sugesti atau saran memiliki sebuah kekuatan karena dua alasan berikut :

Pertama, Anda menyetujui dan memahami. Sebuah saran, nasehat, omongan, tulisan, dan apapun bentuknya yang mengandung sebuah pesan, memiliki kekuatan kalau dipahami dan disetujui oleh orang yang menerima pesannya. Kalau tidak dipahami oleh orang lain maka pesan,saran itu tentu tidak akan dilihat, tidak akan digubris. Coba aja, anda tulis kata Aku Sayang Kamu dalam Bahasa Jepang, lalu anda berikan kepada orang yang tidak memahami bahasa Jepang, pasti dia bingung,benar kan?

Kedua, Orangnya masih Memiliki PIKIRAN. Sugesti atau saran, masuk menjadi program ke dalam PIKIRAN manusia, artinya kalau orang itu tidak memiliki PIKIRAN otomatis sugestinya juga tidak akan memiliki kekuatan, sugestinya tidak akan bekerja, sama halnya sebuah program anda copykan ke laptop yang tidak memiliki harddisk, apa bisa masuk programnya? Tentu tidak kan, artinya selama seseorang memiliki PIKIRAN, maka pastilah sugesti bekerja, apakah anda merasa punya PIKIRAN? hehe.

ahli-pikiran-firman-pratama

Pertanyaan “apakah anda punya PIKIRAN ?”, sering saya lontarkan di awal kelas Alpha Mind Control (AMC), dan banyak juga peserta yang bingung menjawabnya, ternyata banyak juga orang yang belum sadar memiliki PIKIRAN, ada yang sadar tapi ngga tahu menggunakannya. Karena itu saya membuat AMC sebagai satu-satunya metode untuk MENGENALI, MENGONTROL dan MEMAKSIMALKAN PIKIRAN manusia. Bagaimana dengan anda, sadarkah memiliki PIKIRAN?

Bagikan Artikel Ini
, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *