Kementerian Agama secara resmi meluncurkan kartu nikah pada 08 November 2018. Kemunculan kartu nikah ini membuat heboh dan menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan akhir – akhir ini. Banyak orang mengira kartu nikah adalah pengganti buku nikah. Tetapi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kartu nikah bukan untuk menggantikan buku nikah yang selama ini jadi bukti sah dari proses pernikahan.
Kartu nikah adalah kartu identitas nikah berbasis teknologi informasi, yang mudah dibawa dan memiliki akurasi data. Inovasi ini merupakan pelayanan nikah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Kartu nikah ini berbentuk seperti e-KTP ataupun kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan diberikan bersamaan dengan buku nikah.
Kartu nikah ini memiliki beberapa sugesti diantaranya sebagai berikut.
-
Terdapat Kode QR atau Barcode
Di kartu nikah terdapat barcode kecil di bawah foto. Jika dipindai, maka akan keluar semua data-data pasangan pengantin yang terhubung dengan SIMKAH web. Simkah adalah singkatan dari Sistem informasi Manajemen Nikah berisi data nikah yang terintegerasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementrian Dalam Negeri Dan Sistem Informasi PNPB Online Kementrian Keuangan Berbasis Web. Pertanyaannya, adalah “dimana alat pemindai itu diletakkan?”
-
Aman dan Tak Mudah Dipalsukan
Tak seperti buku nikah, inovasi ini juga mengurangi pemalsuan. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen mengatakan Kartu nikah didesain dengan fitur pengaman yang baik, sehingga tak mudah dipalsukan. Hanya tidak dijelaskan bagaimana untuk mendeteksi dari keaslian kartu nikah ini, apakah ada tanda khusus?
baca juga :5 Buah yang Memiliki Sugesti untuk Meningkatkan Vitalitas Pria
-
Mudah Dibawa ke Mana-Mana
Jika dulu harus membawa buku nikah saat bepergian, kini cukup membawa kartu nikah saja.
Dalam kartu ini sudah tercantum berbagai informasi pernikahan seseorang. Seperti menyimpan identitas berupa nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah. Karena bentuknya kartu maka tentu menjadi mudah untuk dibawa kemana-mana. Tapi apakah nantinya dipakai? Entahlah, kita lihat saja kemana arah kebijakan ini.
apakah yang sudah nikah bisa memiliki kartu nikah tersebut?