Sugesti itu Ternyata (bisa) Berbahaya

Bagikan Artikel Ini

sugesti-kehidupanSugesti, bahasa gampangnya adalah sebuah saran, saran yang diterima oleh manusia baik melalui penglihatan, pendengaran dan rasa, ketika saran itu disetujui maka langsung masuk menjadi program dalam pikiran kita, sehingga saran itu menjadi realita dalam kehidupan. Hidup manusia sesungguhnya terbentuk dari kumpulan sugesti-sugesti yang dia terima sejak dalam kandungan, sampai usia saat ini. Tetapi banyak orang belum menyadarinya, banyak orang belum mengetahuinya. Banyak orang merasa hidupnya sudah digariskan Tuhan, sehingga ketika hidupnya susah maka dengan mudahnya menyalahkan Tuhan, dengan mudahnya berprasangka buruk ke Tuhan.Padahal hidup seseorang sebenarnya sudah sesuai dengan sugesti-sugesti yang masuk ke pikirannya, bisa dari orang tuanya, bisa juga dari lingkungannya.

Saya ingat, ada seorang peserta kelas reguler AMC (Alpha Mind Control) di Bandung, seorang ibu yang bertanya ke saya, “pak firman, saya pernah ikut kelas pembangunan karakter anak, nah disitu dijelaskan bahwa anak-anak harus kita bebaskan terbentuk sendiri karakternya, orang tua tidak boleh mengaturnya, anak-anak diberi kebebasan untuk mau menjadi apa, bagaimana menurut pak firman”. Pertanyaan ini bagus, mungkin anda juga pernah mendengar peryataan itu saat mengikuti seminar tumbuh kembang anak. Oke, sekarang begini ya, membebaskan anak menjadi apa, padahalnya sejatinya anak itu menjadi apa tergantung dari sugesti yang masuk, kalau yang masuk itu jelek, lalu anak kita jadinya jelek? sementara orang tuanya membiarkan saja.

sugesti-anak

Karakter anak, bisa dibentuk, yaitu dari pemberian sugesti-sugesti yang dilakukan oleh orang tuanya, peran orang tua sangat besar, karena itu orang tua harus memiliki ilmu tentang sugesti dan pikiran, sekarang coba anda pikirkan? mau membiarkan anak anda menjadi karakter yang terbentuk dari lingkungan, atau anda mau membentuk anak anda menjadi karakter yang anda mau tentunya yang baik?. Pasti anda memilih untuk membentuk karakter anak anda kan? Nah, kalau begitu maka mulai sekarang mulailah memberikan sugesti-sugesti yang baik untuk anak anda, anda sebagai orang tua punya hak dan punya kewajiban untuk membentuk karakter anak anda, bukankah anak itu titipan Tuhan? lantas kalau kita sebagai orang tua membiarkan begitu aja, bukankah itu menyia-nyiakan titipan Tuhan?

Yup, hidup seseorang itu tergantung sugesti-sugesti yang ada di pikirannya, kalau sugestinya jelek ya jadinya jelek, kalau baik maka pasti jadi baik. Ada peserta AMC yang berkata, “kalau seperti ini ilmunya, sugesti titu berbahaya ya mas firman, saat kita membaca sesuatu maka sugestinya masuk lalu kita mengiyakan, maka jadi deh di hidup kita, bahaya banget ya mas?”. Saya menjawabnya, “iya ngga bahaya juga, bisa bahaya, bisa juga baik. Kalau sugestinya baik kan jadinya baik, kalau sugestinya enak maka jadinya enak.Yang perlu kita pahami adalah sekarang menyadari sepenuhnya bahwa hidup ini tergantung sugesti kita sendiri, jadi ya harus cerdas dalam memilih sugesti mana yang mau kita “install” dalam hidup kita.

belajar-sugesti

Kita harus jeli memilih sugesti-sugesti yang berkeliaran di sekitar kita, memang niat saya membuat program Alpha Mind Control (AMC) adalah agar semua orang itu sadar sepenuhnya, bahwa hidupnya itu tergantung sugesti yang mau dimasukkan, dan ingin semua orang itu lebih cerdas dalam memilih sugesti. Meskipun yang menyampaikan sugesti-sugesti itu orang yang kita hormati, yang kita kagumi, yang kita anggap lebih kaya, belum tentu juga sugesti-sugesti dari mereka semua kita setujui, karena kita punya hak yang sudah Tuhan berikan untuk memilih sugesti-sugesti mana yang mau kita setujui, alias yang mau kita enter. Kekuatan Sugesti, memang (bisa) berbahaya, karena itu maka anda harus memahami bagaimana sugesti dan pikiran bekerja.

Bagikan Artikel Ini
, , , , ,

2 thoughts on “Sugesti itu Ternyata (bisa) Berbahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *