Selain VAKSIN, Hal ini Turut Serta dalam Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Selain VAKSIN, Hal ini Turut Serta dalam Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Bagikan Artikel Ini

Proses pemberian vaksin COVID-19 sedang berlangsung di Indonesia. Hampir diseluruh wilayah Indonesia dilakukan pemberian vaksin untuk “meningkatkan” efek kekebalan tubuh terhadap virus COVID-19. Vaksinasi adalah hal yang penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi, kita harus juga memahami bahwa tubuh kita sudah dibekali Tuhan dengan sistem kekebalan tubuh dalam melawan “zat” asing yang membahayakan bagi tubuh. Coba saja pelajari tubuh anda dengan benar. Secara fisik terlihat bahwa sudah diberikan benteng untuk masuknya zat asing, misalnya ketika anda bersin. Tahukah anda bahwa bersin itu adalah salah satu bentuk dari sistem pertahanan tubuh untuk menolak masuknya zat asing ke dalam tubuh kita. Hebat ya ciptaan Tuhan itu.

Pikiran itu Sumber Kesehatan

Kesehatan tubuh seseorang itu bersumber dari program yang ada di pikirannya. Kalau isi pikirannya berisi program-program yang kesakitan maka pasti menarik kejadian untuk membuat tubuh sakit. Tetapi, kalau isi pikirannya berisi program-program yang menyehatkan maka pasti menarik kejadian untuk membuat tubuh sehat. Maka dari itu yang harus dijaga adalah pikiran kita. Sistem kekebalan tubuh kita juga diatur dalam Pikiran kita. Bahasa kerennya, Pikiran adalah Command Center dari tubuh kita. Sehingga menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga pikiran kita agar selalu sehat.

Anda bisa baca juga artikel ini : Inilah Kalimat Sugesti yang Membuat Anda Tetap Sehat

Vaksin dan Efek Placebo

Banyak peneliti di seluruh dunia mempercepat pengembangan vaksin dan obat untuk mengatasi pandemi COVID-19. Beberapa calon obat dan vaksin juga sudah masuk uji klinis tahap akhir untuk dibuktikan efek, keamanan, dan efikasinya. Saat melakukan tahapan uji klinis, baik vaksin atau obat, relawan akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok uji dan kelompok placebo. Placebo atau obat kosong adalah komponen kontrol standar dari sebagian besar uji klinis, yang dilakukan untuk membuat penilaian tentang kemanjuran obat atau perawatan medis. Placebo sendiri zat tidak aktif yang terlihat seperti obat, vaksin atau pengobatan yang sedang diuji.

Peneliti kemudian membandingkan efek obat dan plasebo pada subjek penelitian tersebut. Dengan begitu, mereka dapat menentukan keefektifan obat baru dan memeriksa efek sampingnya.

Meski placebo tidak berisi apa-apa, tapi beberapa studi memperlihatkan efeknya bisa sama seperti kelompok uji atau orang yang diberi pengobatan sebenarnya. Diperkirakan bahwa efek plasebo dihasilkan dari cara kerja pikiran dapat mempengaruhi tubuh.

Pikiran Mempengaruhi Kekebalan Tubuh

Uji klinik placebo membuktikan bahwa seseorang yang merasa dirinya sudah tervaksin juga meningkat kekebalan tubuhnya. Banyak juga pasien yang selalu ingin disuntik ketika dia sakit. Katamya supaya “ayem”, akhirnya dokter dan tenaga kesehatan seringkali memberikan suntikan yang isinya bukan obat, melainkan vitamin dan juga ada hanya air saja. Pasien yang memang dalam pikirannya “butuh disuntik” pasti merasa enakan ketika merasakan jarum suntik masuk ke tubuhnya. Dan berdampak kepada kondisi tubuhnya yang menjadi lebih enak. Inilah hebatnya pikiran kita.

Tentu kita sering mendengar kisah orang yang sakit, lalu pergi berobat ke dokter. Dan saat dia belum diperiksa, masih baru sampai ke tempat periksa, dia merasa sudah lebih baik dari sebelumnya. Ini bukan hal yang aneh, tapi itulah kerja pikiran kita. Maka jangan hanya menggantungkan diri dengan VAKSIN, tapi mulailah juga untuk memahami bagaimana pikiran kita bekerja sehingga bisa kita gunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

Bagikan Artikel Ini

majalahsugesti

Admin Majalah Sugesti adalah pengelola dari Website KekuatanSugesti.com, berbagi Inspirasi dan Solusi untuk Kehidupan Manusia yang Lebih Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
×
Langsung Chat Via WA