Orang Tua Wajib Tahu ! 8 Tanda Anak Anda Menjadi Korban Bullying

Bagikan Artikel Ini

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, verbal atau dalam bentuk sosial. Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mengenal tanda atau gejala yang biasanya ditunjukkan korban bully, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dibawah ini  beberapa tanda anak Anda menjadi korban bullying.

Orang Tua Wajib Tahu ! 8 Tanda Anak Anda Menjadi Korban Bullying

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bullying bisa berupa kontak fisik, seperti memukul, mendorong, menjambak, mengambil barang, menendang, mengunci anak dalam ruangan, hingga mengancam memalak uang jajan. Di sisi lain, bullying juga bisa berupa kekerasan verbal, seperti mencemooh, memaki, memberi nama panggilan yang bersifat menjelekkan, mengabaikan, mengucilkan, menyebar gosip atau fitnah, menyebar foto tak senonoh, memanipulasi hubungan pertemanan (korban disuruh ini-itu dengan alasan “teman”), hingga mengirim teror atau ancaman lewat pesan singkat dari hape maupun akun sosial media. Bullying juga bisa berwujud pelecehan seksual, dengan melontarkan komentar-komentar merendahkan atau tindakan kekerasan seksual nyata. Di jaman yang serba teknologi ini bullying pun bisa melalui gadget, dan media sosial yang disebut Cyberbullying. Cyberbullying  adalah saat seseorang dihina-hina, diteror di media sosial, atau melalui SMS, email, dan telepon.

Baca juga : Membuat Anak Sulit Berkembang, Orangtua Wajib Hindari Sikap Otoriter Ini !

Berikut adalah beberapa tanda-tanda peringatan untuk Anda waspadai :

  1. Sulit tidur (insomnia)
  2. Sulit berkonsentrasi di kelas atau kegiatan apapun
  3. Sering membuat alasan untuk bolos sekolah (biasanya ditandai dengan mulai membuat-buat gejala penyakit, seperti pusing, sakit perut, dan sebagainya).
  4. Tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya, misalnya ekskul sepak bola atau bermain sepulang sekolah
  5. Tampak gelisah, lesu, muram, putus asa terus-menerus, kehilangan kepercayaan diri, mudah cemas, menutup diri dari orang-orang sekitar
  6. Sering mengeluh kehilangan barang atau barang-barangnya rusak. Contohnya buku, pakaian, sepatu, barang elektronik, atau aksesori (jam tangan, gelang, dan sebagainya).
  7. Nilai di sekolah menurun, enggan mengerjakan PR atau tugas sekolah lainnya, tidak ingin masuk sekolah, dan seterusnya
  8. Timbul luka memar di wajah, tangan, punggung tiba-tiba tanpa alasan. Bisa juga mengalami cedera di gigi dan bagian tubuh lainnya. Tapi anak mungkin berkilah ia terjatuh dari tangga atau kejedot di sekolah.

Memang tidak ada cara mudah untuk benar-benar mengetahui apa benar anak Anda menjadi korban bullying. Banyak tanda dan gejala yang ditunjukkan anak korban bullying mirip dengan tipikal perilaku remaja pada umumnya. Banyak pula tanda dan gejala bullying yang mirip dengan masalah kesehatan mental yang sudah lebih dulu ada, misalnya depresi atau gangguan kecemasan. Bullying itu sendiri pun bisa menjadi pemicu timbulnya kedua penyakit mental ini.

Penting untuk memperhatikan jika ada beberapa tanda dan gejala di atas yang terjadi di saat yang bersamaan, jika terjadi tiba-tiba, dan jika perilaku tersebut tergolong ekstrem. Ini mungkin saatnya Anda turun tangan dan melaporkan kecurigaan Anda pada pihak berwenang di sekolah.

Kita perlu meninggalkan persepsi bahwa tindakan bullying tidak berbahaya dan menjadi bagian alami dari proses tumbuh kembang anak. Intimidasi dan penganiayaan harus dianggap sebagai bentuk lain dari stres beracun yang efeknya memiliki potensi besar pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Dalam kasus anak korban bullying, jangan takut untuk berbuat salah demi kewaspadaan. Bekerja sama dengan orang-orang profesional untuk membantu anak remaja anda adalah cara terbaik untuk memastikan ia memiliki masa depan yang sehat.

amc-oktober
Bagikan Artikel Ini