Energi yang Menyembuhkan? Atau Kekuatan Sugesti Pikiran Kita Sendiri ?

Bagikan Artikel Ini

rahasia-transfer-pengisian-energEnergi penyembuhan, transfer energi, energi healing, pengisian energi, air energi dan banyak hal-hal lain yang dihubungkan dengan energi. Pasti anda juga sudah terbiasa dengan berbagai istilah-istilah seperti itu, istilah yang dibuat lazim di masyarakat tetapi justru membingungkan dan menyesatkan. Kenapa saya bilang membingungkan dan menyesatkan? ya karena ketika mengatakan yang menyembuhkan itu adalah energi, energi hangat, energi dari batu, energi dari mustika dan sejenisnya itu sesungguhnya bukanlah itu faktanya. Bukanlah karena energi yang membuat diri seseorang itu sembuh, bukan juga karena energi airnya, bukan karena energi mustikanya, bukan juga karena sudah diisi atau ditransfer energi. Lantas karena apa

Memang saat ini hampir semua orang menganggap bahwa “energi” lah yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, untuk memulihkan kondisi, untuk membuat diri seseorang kuat dan berbagai “kehebatan” lainnya. Padahal sesungguhnya bukan energi-energi itu, tapi karena kekuatan sugesti yang diterima oleh Pikiran kita sehingga menimbulkan efek kepada tubuh kita. Anda mungkin ada yang sedikit protes dengan pernyataan saya ini, sebab anda mungkin pernah datang ke para terapis, datang ke orang yang “katanya” bisa transfer energi, datang ke tempat yang “katanya” memiliki sumber energi penyembuhan dan yang sejenisnya. Coba diingat lagi, apakah terapisnya atau orang yang katanya mentransfer energi itu diam saat melakukan “aksinya”, tentu tidak kan? pasti menggerakkan tangannya, tubuhnya dan tentu juga menggerakkan mulutnya. Maksud dari menggerakkan mulut adalah “berbicara”.

Nah, bukankah berbicara itu memberikan saran kepada anda dan pasien-pasien lainnya? Ingat, sering di blog kekuatan sugesti ini saya menjelaskan bahwa makna dari sugesti adalah “saran”, saran itu alias adalah omongan orang, omongan yang keluar dari mulut kemudian masuk ke pikiran kita dan bekerja mempengaruhi semua sistem di tubuh kita. Bukankah itu artinya, proses pengisian energi, proses transfer energi dan sebagainya hanyalah proses pemberian saran, alias pemberian sugesti? Kalau anda sudah terlanjur belajar “energi”, pasti anda protes ke saya, dan hal seperti ini biasa saya temukan di kelas saat saya memberikan materi AMC (Alpha Mind Control). Yang mengikuti kelas AMC dari berbagai kalangan, ada yang terapis, ada yang praktisi energi, ada juga yang orang umum.

kekuatan-sugesti-itu-dahsyat

Dalam kelas AMC, saya tidakpernah memberikan batasan bahwa yang belajar harus pernah belajar A atau belajar B, AMC memang saya rancang untuk semua orang yang masih hidup hehe. Jadi, meskipun anda menganggap diri anda orang awam pasti juga bisa memahami AMC. Hmm, saya ingat ungkapan seorang peserta AMC bulan lalu di bandung, “mas firman, berarti bukan energi ya yang menyembuhkan klien saya, tapi sebenarnya sugesti pikirannya sendiri, kalau semau orang paham AMC kan jadinya ngga perlu datang ke terapis mas”

Iya memang sesungguhnya yang membuat diri seseorang itu mengalami perubahan baik itu perubahan jelek atau baik sebenarnya ya karena sugesti yang masuk di pikirannya, dan disetujui sehingga pikirannya menjalankan sugesti itu. Dan pikiran adalah sumber dari semua kondisi di tubuh seseorang, ketika seseorang itu sudah paham bagaimana mengenali, mengontrol dan memaksimalkan Pikirannya dengan AMC maka memang tidak lagi perlu terapis, tidak perlu lagi diisi energi, ditransfer energi.

Sadarilah, bahwa hak untuk mengelola kekuatan sugsti Pikiran itu sesungguhnya adalah hak masing-masing kita, dan ketika kita mengelola sugesti dalam pikiran kita dengan benar itu artinya kita sedang bersyukur kepada Tuhan.

Bagikan Artikel Ini
, , , , , ,

1 thought on “Energi yang Menyembuhkan? Atau Kekuatan Sugesti Pikiran Kita Sendiri ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *