“Berbuka dengan yang Manis” Penting Untuk Tubuh, Inilah Penjelasannya !

Bagikan Artikel Ini

“Berbukalah dengan yang manis-manis”. Kalimat yang selalu didengar setiap bulan ramadan. Tidak heran, bila menjelang buka puasa, banyak jajanan sore yang manis-manis bisa kita jumpai di pinggir jalan. Mulai dari kolak pisang, buah kurma, sampai air kelapa. Lalu, apa alasannya? Selain sunnah, inilah penjelasan kenapa berbuka harus dengan yang manis.

Saat puasa, sistem metabolisme tubuh akan melambat. Energi yang tersimpan pada saat sahur pun banyak yang hilang setelah sehari beraktivitas hampir 14 jam lamanya. Energi utama tubuh berasal dari gula darah. Itu kenapa Anda butuh menu berbuka puasa yang tepat, untuk menggantikan energi yang hilang.

Gula, bisa cepat meningkatkan kadar gula darah yang turun setelah berpuasa. Namun, perhatikan juga gizi lainnya. Tujuannya adalah untuk menggantikan nutrisi dan vitamin lainnya yang juga hilang selama seharian dipakai beraktivitas.

“Berbuka dengan yang Manis” Penting Untuk Tubuh, Inilah Penjelasannya !

Saat berbuka, usahakan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan manis alami. Mengkonsumsi banyak makanan atau minuman manis dengan gula tambahan, juga tidak baik untuk tubuh, dan ini akan menimbulkan masalah. Selain bisa bikin gula darah merosot drastis, asupan kalori dan gula yang terlalu banyak bisa membuat berat badan Anda malah naik meski sedang berpuasa.

Dalam satu butir kurma ukuran sedang, mengandung sekitar 23 kalori, 6,2 gram karbohidrat dengan 5,3 gram gula dan 0,7 gram serat. Jika dibandingkan dengan segelas teh manis hangat, kandungan gulanya bisa lebih tinggi lagi, tergantung dari berapa banyak takaran yang Anda pakai. Satu sendok makan gula pasir (13 gram) mengandung 50 kalori, 13.65 gram karbohidrat, dan 13,65 gram gula.

Baca juga : Tips Mendidik Anak Berpuasa Menurut Surah Al-Luqman

Makan 3 butir kurma memberikan sekitar 69 kalori dalam sekali berbuka puasa. Namun, buah kurma juga mengandung serat, protein, kalium, magnesium, copper, mangan, besi dan vitamin B6 yang penting untuk tubuh. Serat buah-buahan membantu mengontrol gula darah agar tidak melonjak tinggi.

Kebalikannya, segelas teh manis hangat sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak mengandung nutrisi. Apalagi jika gula yang dikonsumsi adalah yang berbentuk cairan manis, maka ini akan lebih mudah dicerna dan langsung diserap dengan cepat. Maka itu, gula darah juga akan meningkat lebih drastis lagi. Ditambah lagi, minuman manis biasanya tidak memberi efek mengenyangkan, sehingga Anda bisa berlebihan mengonsumsinya.

Pilihlah makanan manis alami yang juga mengandung serat dan bernutrisi tinggi, seperti: Jus buah atau smoothies,kurma, atau buah-buahan lainnya. Selain itu gantilah gula pasir dalam menu berbuka puasa Anda, dengan madu yang punya nilai gizi cukup menguntungkan atau ekstrak vanila.

Semoga bermanfaat 🙂

Bagikan Artikel Ini