Mandiri dan berprestasi, 4 sosok ini Mensugesti Perempuan masa kini

Bagikan Artikel Ini

Zaman kolonial dulu, wanita sering dianggap sebagai kaum lemah. Nggak cuma itu, wanita juga kerap mengalami diskriminasi. Itulah sebabnya dulu wanita lebih banyak terkurung di dalam rumah. Sulit sekali, bahkan nyaris tidak ada wanita yang berkiprah tinggi di berbagai bidang pada era penjajahan tidak seperti beberapa wanita yang satu ini yang memberi banyak inspirasi kepada wanita wanita muda.

Situasinya tentu berbeda sekarang. Diskriminasi terhadap perempuan lambat laun mulai menghilang. Perempuan kini bisa melakukan aktivitas yang biasa dilakukan pria secara bebas.

Ini semua berkat perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kesetaraan gender yang digaungkan Kartini, melahirkan sosok-sosok perempuan Tanah Air yang berprestasi di era modern ini.

Berikut ini beberapa kisah wanita Tanah Air yang dapat meberikan sugesti baik dan inspirasi kepada perempuan – perempuan masa kini. Mereka tidak hanya sukses mengangkat harkat dan martabat wanita, tetapi juga berhasil menginspirasi lingkungan sekitarnya.

  1. Vivi Zubedi, desainer berhijab tembus New York Fashion Week 2018.

 

Salah satu  desainer Tanah Air yang bersinar di kancah fashion dunia adalah Vivi Zubedi. Dia berhasil mencuri perhatian para pengamat fashion dan media di New York Fashion Week 2018 lewat rancangan abaya. Koleksi abaya yang ditampilkan Vivi mengusung tema Urung Banua dengan dua kain tradisional Kalimantan Selatan, yaitu sasirangan dan tenun pagatan.

Mandiri dan berprestasi, 4 sosok ini Mensugesti Perempuan masa kini

Vivi memulai kariernya sebagai desainer sejak tahun 2011 silam dan mulai dikenal sejak tahun 2014 lalu. Sebelumnya, desainer asal Medan ini merupakan akuntan yang kemudian banting setir menjadi desainer karena rasa cintanya terhadap dunia fashion.

 

 

  1. Luthfi Azizatunnisa, mahasiswi S2 difabel.

Mandiri dan berprestasi, 4 sosok ini Mensugesti Perempuan masa kini
Wanita satu ini memiliki semangat hidup yang wajib ditiru. Luthfi Azizatunnisa namanya. Di balik segala keterbatasan fisik yang dialaminya sekarang, ia berhasil menyelesaikan studi S2 di jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Luthfi mulanya memiliki fisik yang sempurna. Dia menjalani hari-harinya dengan normal. Namun tragedi kecelakaan enam tahun yang lalu menjadi titik balik kondisi gadis berhijab ini. Kecelakaan yang menimpanya saat semester akhir kuliah itu tak hanya membuat studinya di Kedokteran UNS Solo tersendat 3 tahun, tapi juga mengubah fisiknya. Sejak saat itu Luthfi harus menggantungkan diri pada kursi roda untuk mobilitasnya.

Kendati kondisinya tak lagi sempurna, semasa kuliah, wanita yang dikenal cerdas ini kerap diminta para dosennya untuk membantu dalam berbagai proyek penelitian. Studi S2 itu pun dilalui cewek kelahiran November 1991 dengan lancar hingga dia diwisuda dengan predikat cumlaude pada tahun 2017. Tak berpuas diri, Luthfi pun bertekad melanjutkan studi S3-nya di luar negeri sungguh memberi banyak inpirasi buka wanita satu ini dengan keterbatasannya dia tak pantang menyerah untuk terus mengenyam pendidikan.

  1. Rona Mentari, keliling Indonesia & studi di Inggris demi mendongeng.

Saat menginjak usia dewasa, lazimnya orang-orang sudah tidak tertarik lagi dengan dongeng. Tapi tidak demikian dengan Rona Mentari. Sejak duduk di bangku kelas 4 SD, Rona sudah aktif mendongeng hingga kini. Gadis 25 tahun ini adalah seorang juru dongeng keliling. Rona telah berkeliling mendongeng ke berbagai tempat di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.


Mandiri dan berprestasi, 4 sosok ini Mensugesti Perempuan masa kini 

Tak main-main, gadis lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini juga menggagas komunitas mendongeng bernama Rumah Dongeng Mentari (RDM) pada 2010 di Jogja. Beberapa kegiatan RDM di antara lain yaitu, kelas mendongeng, Joy Circle (Jogja Storytelling Circle), Ayo Cerita Festival, mendongeng rutin di salah satu radio dan masih banyak lagi.

 

  1. Iffah Maria Dewi, pekerjakan puluhan difabel.

Mandiri dan berprestasi, 4 sosok ini Mensugesti Perempuan masa kini
Awalnya Iffah mengaku belum bisa menerima karena keadaannya kurang memungkinkan. Tapi akhirnya ia menerima tiga orang untuk dimagangkan. Siapa sangka, kini ia memiliki lebih dari 20 pekerja difabel baik cacat tubuh, tuli, maupun bisu. Mereka bekerja sebagai penjahit, pembatik, bahkan supervisor. Usaha Iffah pun makin berkembang, ia mampu memproduksi 1.000-2.000 potong pakaian per bulan yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.Lazimnya, para pengusaha berusaha merekrut pegawai yang kondisi fisiknya sempurna. Tapi, tidak demikian dengan Iffah Maria Dewi. Perintis Sogan Batik Rejodani di Sleman Yogyakarta ini justru mengaryakan puluhan difabel. Program ini ia mulai pada tahun 2009 silam, kala itu ia menerima tiga penyandang difabel sebagai penjahit.

baca juga : Benarkah Bawang Putih Mampu Mengatasi Rambut Rontok?

Itulah beberapa perempuan yang dapat memberikan sugesti baik kepada perempuan masa kini lainnya. Sekarang saatnya untuk Anda mensugesti diri Anda dengan sugesti – sugesti baik agar Anda menjadi perempuan mandiri & berprestasi di era modern ini.

jadwal kelas amc
Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *