Hati-hati dengan Masukan Orang lain, Karena itu Juga bentuk Sugesti !

Bagikan Artikel Ini

Berkomunikasi dengan orang lain adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap manusia, karena manusia memang makhluk sosial juga yang butuh untuk berinteraksi, butuh bertanya, butuh bercerita dan butuh curhat.

Ketika bertanya, ketika curhat dan ketika bercerita kepada orang lain maka tentu ada masukan dari lawan bicara kita. Pasti orang yang anda ajak bicara memberikan masukan atau pendapat tentang apa yang anda ceritakan. Sadarkah anda bahwa masukan-masukan dari orang lain itu juga bentuk dari sugesti. Hati-hati dengan masukan orang lain. Karena banyak masukan yang disampaikan oleh orang lain itu, baik itu teman anda, sahabat anda seringkali tidak nyaman dan merupakan sugesti yang negatif. Disinilah perlunya sebuah kecerdasan dalam memilih masukan yang mau diterima, karena kalau kita mengiyakan semua masukan itu maka yang ada justru kekacauan program pikiran.

Hidup seseorang itu tergantung dari isi pikirannya, isi pikiran adalah sugesti. Artinya masukan orang lain, itu juga sebuah sugesti. Salah menerima sebuah masukan maka yang ada isi pikiran salah, tentu hidup juga salah. Sebentar, saya teringat cerita dari seorang peserta platinum minggu lalu, dia seorang pengusaha muda perempuan yang memiliki restaurant di daerah karanganyar. Ketika disela materi hari kedua, dia cerita bahwa ingat dulu pernah dapat pelajaran dari seorang mentor bisnis katanya “kalau memulai usaha itu harus berani bangkrut berkali-kali, harus siap ditipu”, dan ternyata bener mas firman saya mengalami semua itu. Baru sadar saya sekarang kalau masukan itu yang membuat bisnis saya seperti ini. Coba kalau dari awal dulu buka bisnis langsung belajar AMC ini, pasti saya bisa memilih masukan-masukan mana yang baik ya mas”

Seringkali kita selalu dengan mudah menerima masukan orang itu tanpa melihat apa isi masukannya, sering terpesona dengan tampilan orang itu. Misalnya dia menggunakan jas,menyebut dirinya mentor  lantas berbicara bisnis tapi sebenarnya yang disampaikan justru negatif. Seperti pengalaman mbak tadi ya. Apakah anda masih mau menerima masukan orang lain tanpa memilahnya? Hati-hati dengan masukan orang lain ya, karena itu juga bentuk Sugesti. Tidak semua masukan harus diterima, tidak semua saran dan pendapat orang harus diterima. Meskipun yang berbicara itu menggunakan jas, menggunakan baju putih dan sebagainya. Sadarilah bahwa yang berhak mengisi pikiran kita adalah kita sendiri, yang berhak mengisi pikiran anda adalah anda sendiri. Sama seperti sebuah handphone ya, kalau anda punya handphone maka anda memiliki hak untuk memilih file mana yang mau anda masukkan ke dalam handphone tersebut. Betul?

Setiap masukan dari orang lain, baik yang anda dapatkan dari sebuah buku, dari ceramah, dari televisi,  dari youtube dan dari media sosial lainnya harus dipilih dan dipilah mana yang enak dan menyenangkan. Karena, begitu anda salah memilih menerima sebuah masukan maka otomatis berpengaruh kepada kejadian dihidup anda. Tuhan memberikan Pikiran kepada kita, untuk kita jaga dengan benar. Dijaga dari masukan-masukan yang jelek, masukan yang merusak, masukan yang tidak enak dan tidak menyenangkan. Kalau anda menerima semua masukan orang lain tanpa memilih dan memilah maka itu artinya anda tidak mau menjaga pikiran yang sudah Tuhan berikan. Berarti anda mengingkari nikmat dan perintah Tuhan. Ketika mengingkari nikmat Tuhan maka pasti hidup anda tidak nyaman. Lho jadi kesana ya akibatnya, padahal hanya membahas “masukan” dari orang lain.

Bagikan Artikel Ini