Perbedaan “Mantra” dan “Sugesti” Terletak dalam Hal yang Satu Ini

Bagikan Artikel Ini

Mantra dan sugesti itu ada perbedaan apa ngga ya?, sebuah pertanyaan yang masuk di kolom komentar dari website kekuatansugesti.com ini, sepertinya banyak orang yang juga bertanya seperti, anda juga mungkin?. 

mantra-dan-sugesti-beda

Kata mantra dan kata sugesti adalah dua kata yang bagi sebagian orang dianggap memiliki perbedaan, kata mantra biasanya disampaikan oleh mereka-mereka yang menganggap dirinya “sakti”, yang menganggap dirinya “dukun” dkk. Sedang kata “sugesti” biasanya disampaikan oleh motivator, trainer, hipnoterapist dkk. Tapi apakah benar memiliki perbedaan makna dari dua kata itu. “Mantra dan Sugesti”, saya ingin mengulasnya di artikel kali ini. Tujuan saya sih untuk memberikan pencerahan tentang makna sebenarnya dari kata “mantra” dan “Sugesti”. 

Perhatikan ilustrasi berikut ya, ada seseorang laki-laki muda yang datang ke seorang dukun atau paranormal yang meminta mantra untuk pengasihan, alias supaya perempuan yang dia sukai menjadi mau untuk jadi kekasihnya. Kemudian si dukun atau paranormal ini mengatakan kepadanya, coba baca mantra ini sebelum kamu tidur sambil menepuk bantal ya. Mantranya adalah  ““Adjiku si lung djangga, lung djangga noleha, tolehen kawulaningsun, dak-tepungake putjuke idepku, dak-tepungake putjuke alisku, dak tepungake putjuke rambutku, roche rochku, njawane njawaku, sukmane sukmaku……”, laki-laki muda ini tidak paham arti dari kalimat itu, dia hanya menurut saja, karena si laki-laki muda ini mendengar dari beberapa temannya bahwa si dukun atau paranormal itu sakti bisa membantu urusan pengasihan.

Setelah melakukan apa yang dianjurkan oleh dukun atau paranormal itu, maka selang 1 bulan, perempuan yang dia sukai itu menjadi suka kepada laki-laki muda ini, tentu laki-laki ini senang. Dan dalam pikiran si laki-laki ini tertanam bahwa mantra yang dibacanya setiap malam itu manjur dan sakti. Selang beberapa hari, ada teman dari laki-laki muda ini yang menemuinya lalu cerita tentang masalah perempuan yang disukai tidak kunjung datang. Lalu laki-laki muda ini menyuruh temannya untuk membaca mantra yang sama dengannya. Tapi setelah 3 bulan, teman laki-laki muda itu tidak mendapatkan efek apapun. Apakah salah mantranya? Tidak.

Si teman laki-laki ini pergi ke seorang yang disebut uztad, kemudian cerita masalahnya soal perempuan tadi, lalu si uztad ini menyarankan untuk membaca sebuah kalimat dalam bahasa arab, dibaca malam hari sebelum tidur. Dan ajaibnya setelah 3 minggu, perempuan yang diidamkan ini menjadi suka, kenapa ketika mengucapkan mantra yang bahasa jawa tadi tidak ngefek, begitu mengucapkan mantra yang bahasa arab menjadi ngefek. Kesalahan bukan pada mantranya, tapi karena pola sugesti yang diterima berbeda. Ketika mantra bahasa jawa tadi yang menyampaikan bukan langsung dukun/paranormalnya, sehingga dianggap tidak memiliki kekuatan. Sedangkan mantra dalam bahasa arab tadi langsung disampaikan oleh figur uztad yang bagi teman laki-laki tadi begitu powerfull.

mantra-sugesti-sebenarnya-sama

Dari ilustrasi itu terlihat bahwa sebenarnya makna dari sugesti dan mantra itu tidak ada perbedaan alias sama saja, yaitu sebuah kalimat yang di setujui untuk masuk ke dalam pikiran sehingga bekerja dan terjadi. Meskipun mantranya hanya “wes ewes bablas angine” tapi jika disetujui sepenuhnya maka tentu menjadi mantra yang berkhasiat. Sehingga bukan kalimat mantranya, atau bukan kalimat sugestinya yang berpengaruh, tapi ketika diri kita menyetujui untuk masuk ke pikiran sehingga bekerja. Karena itu semua orang perlu mempelajari bagaimana Pikiran itu bekerja, sehingga dengan mudah bisa membuat kalimat mantra atau kalimat sugesti sendiri.

Baca artikel ini juga: Selamat datang di Dunia Sugesti

Seperti hari ini, saya menulis artikel ini disela-sela waktu istirahat saat memberikan kelas Platinum AMC kepada seseorang dari Jakarta. Akhirnya bapak ini paham dan berkata “Berarti benar  jika para wali dulu dengan hanya mengucap “bismillahhirrahmanirrahim” semua menjadi mudah dan terjadi, tapi orang sekarang mengucapkan bismillah malah gak jadi apa2, yang salah bukan di kalimatnya ya mas, tapi di pemahaman dalam diri kita tentang makna “bismillahirrahmanirrahim”. 

Jadi kata mantra dan sugesti itu secara makna sama, tapi secara tulisan berbeda. Kalau anda mencari dimana perbedaan antara sugesti dan mantra pada perbedaanya ada di penulisan hurufnya. Sama halnya dengan PISANG dan BANANA 🙂

Bagikan Artikel Ini
, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *